jump to navigation

Gundul – Gundul Pacul 31 Oktober 2010

Posted by Brotoadmojo in Cerita, Inermezzo, Lagu Dolanan, Uncategorized.
Tags: , , , , ,
19 comments

Sudah jam 2.30 dini hari tapi nggak bisa tidur, tak coba memejamkan mata tapi sulit. Entah apa yang memenuhi otak saya sehingga nggak juga bisa terlelap, padahal sudah ngantuk. Apalagi nanti jam 8 pagi masih ada pelatihan :(. Sebagai “mantra sirep”, dan penghantar tidurku dini hari ini, saya kepingin menyanyikan lagu jaman dulu saya, waktu masih seneng dolanan lemah dan adus kali. Sebagai pengingat juga waktu ejek-ejekan sama teman-teman, pas banget lagu ini buat mengejek teman yang habis potong gundul. Judulnya Gundul – Gundul Pacul.

Gundul gundul pacul cul, gembelengan
nyunggi nyunggi wakul kul, gembelengan
wakul ngglimpang, segane dadi sak latar
wakul ngglimpang, segane dadi sak latar

Mohon maaf dan terimakasih… zzzzzzz…..

Iklan

Bebek Adus Kali 25 Oktober 2010

Posted by Brotoadmojo in Cerita, Lagu Dolanan.
Tags: , , , , , , ,
20 comments

Mengingat masa kecil, saat dulu saya diajariĀ lagu dolanan, salah satunya adalah Bebek Adus Kali.

Bebek adus kali, nututi sabun wangi

Bapak mundhut roti, adik diparingi….

(Bebek/Itik mandi disungai, mengejar sabun wangi

Bapat beli roti, adik diberi…)

Ada pelajaran berharga yang dapat saya petik dari lagu sederhana ini, tercermin kasih sayang orang tua/Bapak kepada anaknya. Dan lagu ini tak lekang oleh waktu, entah semenjak kapan lagu ini ada, namun sampai saat ini lagu ini masih relevan untuk dinyanyikan. Sesekali saya masih menyanyikannya untuk si kecil yang baru 10 bulan…. šŸ™‚

Dondong Opo Salak 24 Juli 2010

Posted by Brotoadmojo in Lagu Dolanan.
Tags: , , , ,
18 comments

Saat larut dalam cerita romantisme kehidupan, aku teringat saat kanak-kanak dulu, dimana lagu-lagu dolanan sering sekali aku dengar, salah satunya adalah lagu ini:

dondong opo salak, duku cilik cilik

gendong opo mbecak, mlaku thimik thimik

adik ndherek ibu, tindak menyang pasar

ora pareng rewel, ora pareng nakal

mengko ibu mesthi mundhut oleh-oleh

kacang karo roti, adik diparingi

terjemahanya kurang lebih demikian:

Kedondong apa salak, duku kecil-kecil

di gendong apa naik becak, jalan pelan-pelan

adik ikut ibu, pergi ke pasar

tidak boleh rewel, tidak boleh nakal

nanti ibu pasti beli oleh-oleh

kacang sama roti, adik pasti di beri.

~Ah, betapa cinta seorang ibu tergambar jelas disana. lagu dolanan ini menggambarkan secuil bagian romantisme rehidupan, secuil gambaran betapa kasih orang tua ((terutama Ibu) kepada anak-anaknya. terimakasih Ibu~

%d blogger menyukai ini: