jump to navigation

Pengalaman Di Bus Kota 1 September 2010

Posted by Brotoadmojo in Cerita.
Tags: , ,
trackback

Mau cerita tentang pengalaman saya kemarin, waktu naik bus kota di terminal Giwangan Yogyakarta. Setelah bertahun-tahun tidak naik bus, akhirnya kemarin (tepatnya tanggal 17 agustus 2010) saya naik bus lagi. Waktu dari Klaten mau ke Purbalingga, niatnya kepingin naik bus ekonomi, bukan karena biayanya yang lebih murah, tapi pertimbangan ‘kebiasaan’ yang membuat saya memilih naik bus ekonomi, saya biasanya tidak kuat berlama-lama di dalam bus ber AC! sering pusing dan mual-mual. Aneh bukan?πŸ˜€

Singkat cerita, sesampai di terminal saya langsung naik bus ekonomi, saya langsung encari tempat duduk yang kosong di tengah. Tak lama setelah saya duduk, saya merasa tidak nyaman di dalam bus, ternyata didalam bus tersebut ada beberapa orang yang asyik ngobrol sambil merokok. Lho kok, bukankah tidak aneh orang merokok dalam angkutan umum?, mungkin begitu pertanyaannya. Bukan, bukan masalah kebiasaan buruk itu yang saya persoalkan, tapi kenapa di bulan puasa seperti ini masih dengan enaknya merokok di dalam angkutan umum seperti tidak menghargai penumpang yang lain.

Akhirnya tanpa pikir panjang saya turun dari bus, dan dengan ‘terpaksa’ saya pindah ke bus patas yang ada di sebelahnya. Beruntung saya duduk sendiri di kursi yang 3 deret itu, sehingga dari Jogja sampai Purwokerto AC saya matikan…πŸ™‚ . Alhamdulillah…

Ternyata sikap toleransi sudah mulai terabaikan, apalagi di angkutan umum. Semoga saja hanya saya yang mendapatkan pengalaman seperti itu. Setelah beberapa tahun tidak naik bus, suasananya tidak banyak berubah, sikap acuh dan seenak sendiri masih (hampir) sama seperti dulu.

Komentar»

1. ●●●ЄЯШЇЙ●●● - 1 September 2010

Saya juga tidak suka naik bis yg ber AC. baunya nggak enak, mungkin karena dari bau bermacam-macam penumpang jadi udaranya tidak segar. saya mending milih bis ekonomi, dekat jendela, biar dapat pergantian udara dari luar.

Brotoadmojo - 3 September 2010

ada kesamaan nih…. kurang lebihnya saya juga begitu…πŸ™‚
terimakasih

2. Pakde Cholik - 2 September 2010

Yang rokokan itu muslim ya mas?
salam hangat dari Surabaya

Brotoadmojo - 3 September 2010

kurang tahu Pakde, yang pasti mereka tidak puasa…πŸ™‚
maturnuwun Pakde untuk kunjungannya

3. julicavero - 2 September 2010

sungguh pengalaman yang ga mengenakkan bro

Brotoadmojo - 3 September 2010

iya mas Jul…. tapi itulah adanyaπŸ™‚

4. ER - 2 September 2010

semoga cepet punya mobil pribadi mas, biar lebih nyaman kalo pergi-pergi *padahal saya sendiri juga belom punya* πŸ˜†

Brotoadmojo - 3 September 2010

amin… do’akan saja saya segera puya mobil pribadi….

5. susiloadysaputro - 2 September 2010

Saya malah sekarang kurang suka naik yang ekonomi,,hihihi, memang karena itu,bangku belakang biasanya dipake orang buat ngerokok, ga enak baunya…

Kalo yang ber-AC minimal kita bisa negur kalo ada orang yg mau ngrokok,,hehe

Brotoadmojo - 3 September 2010

saya mulai usahakan menyukai semuanya mas, karena kita tidak tahu situasi selanjutnyaπŸ™‚
terimakasih

6. 'Ne - 2 September 2010

mau AC ekonomi gak masalah tapi kalo perjalanan jauh pwt djokdja saya naik kereta kalo gak naik patas AC. nah masalah yg pada ngeorkok itu ternyata banyak kok, meski bulan puasa tapi mereka seolah2 malah menantang.. kasihan ya orang2 seperti itu.. gak bisa mendulang pahala dari bulan puasa..

Brotoadmojo - 3 September 2010

semua ada konsekuensinya ya mba’… kalau buat yang menantang di bulan puasa ya itu kebangeten, atau memang ga tau maluπŸ™‚
trims

7. putri fajar - 2 September 2010

betul mas, toleransi di negeri ini sepertinya kebanyakan hanya masih menjadi topik saja,,, heu…

Brotoadmojo - 3 September 2010

siip…. setuju mbak…πŸ™‚

8. Mila - 2 September 2010

Semoga jadi pelajaran ya masπŸ™‚

Brotoadmojo - 3 September 2010

amin….. terimakasih mba’πŸ™‚

9. johan zeroseven - 2 September 2010

di daerah tempat kuliah ku saat ini juga parah. warung makan buka tanpa ada basa-basi, bahkan warung di jalan umum terbuka dan terlihat orang sedang makan begitu jelas.

Brotoadmojo - 3 September 2010

sudah biasa mas… tidak perlu ditutup2i…πŸ™‚

10. Aldy - 2 September 2010

Yah, kadang sikap mengalah kita justru tidak menimbulkan empati pihak lain. Celakanya yang merokok justru mereka yang seharusnya juga ikut menunaikan ibadah yang kita jalankan.

Brotoadmojo - 3 September 2010

bener Pak, tapi mau gimana lagi, anggap saja ujian..πŸ™‚
terimakasih

11. lantik - 2 September 2010

wis biasa dek.. kowe lg weruh to…

Brotoadmojo - 3 September 2010

gek-gek kowe melu melu?:mrgreen:

12. Red - 3 September 2010

hahaha aku juga gak suka bis berac… sama persis dengan sobatπŸ˜† makanya lebih enak duduk di bis ekonomi saja

Brotoadmojo - 3 September 2010

ok, berarti kita sama….πŸ™‚

13. kangmas ian - 3 September 2010

iya mas saya juga suka kesel tuh
g mau ngehargai banget siih huhu
mending naik ac mas lebih aman dan nyamanπŸ˜€

14. bundadontworry - 4 September 2010

walaupun seandainya mereka tdk berpuasa, sebaiknya tetap menghormati orang lain yang sedang beribadah puasa ya Mas.
salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: