jump to navigation

Jejak Petualang ( Waduk Malahayu ) 5 Agustus 2010

Posted by Brotoadmojo in Kenangan.
Tags: , ,
trackback

Jejak petualang dimulai lagi… tim ekspedisi alam gaib mulai kumat lagi keanehannya… berangkat dengan modal nekat dari base camp tim bayangan di Kalisapu, Slawi, mulailah kegilaan orang – orang waras ini. Sedikit gambaran, tim ini terdiri dari 6 orang. Disini akan di cuplikkan tentang sekilas profil para anggota maupun pengurus ekspedisi alam gaib, tim bayangan kalisapu.

Sebagai pimpinan ekspedisi adalah Haji Hermawan “ Lengko “ Wibisono – Wibisini. Kaji yang humoris dan hoby ndagel ini memang layak jadi pemimpin. Dengan curriculum viteae yang sangat meyakinkan. Karena dia adalah eks tentara yang terbuang, sewaktu pendidikan dia hoby nyolong tahu yang buat makan para tentara. Karena tidak kuat dengan kerasnya pendidikan tentara akhirnya dia mengundurkan diri, alias “ aborsi sepihak “. Menu kesukaannya adalah Lengko, apapun minumannya makannya pasti lengko. Sejak masih muda dia sudah ngerti Mekkah, naik montor mabur untuk munggah kaji. Semua di karenakan karena kenakalannya, orang tuanya berharap dengan naik haji semoga si Hermawan yang belum kenal Lengko pada saat itu bisa sadar dan berubah.

Apalagi kalau mengingat ke – buayaannya, dia adalah playboy kelas kakap yang hoby main ke hutan untuk ekspedisi dan gulat bareng – bareng. Sempat tersandung kasus yang teramat sangat memalukan sekali, ketika dia mau melangsungkan pernikahan, tiba – tiba mantan gebetannya datang dan ngaku kalau sedang hamil. Astaghfirullah… betapa terkejutnya keluarganya ( apalagi keluarga calon istri & mbak Novi tercintanya tentunya ), kondisi yang bikin shock berat, sebuah kejutan yang kehebohannya melebihi kenaikan BBM dan lampu disko PLN yang sering byar pet..hehe.. tapi bukan kajine namanya kalau tidak bisa menyelesaikan masalah sekecil itu. “Aku difitnah…”, kajine yang merasa tidak pernah melakukan perbuatan itu klarifikasi. Dengan statement dan dalil – dalil yang meyakinkan, akhirnya dia bisa merampungkan masalah itu. Akhirnya nich, masalah selesai dan pernikahanpun berjalan lancar. Kajine pancen T.O.P B.G.T, pemimpin sejati, pokoke maju perut pantat mundur…

Wakil tim adalah Sukhedi, pawang hantu dengan lintingan menyannya. Dia adalah ustadz yang dijebolkan di IAIN, paling jempolan kalo khotbah dengan dalil – dalil yang up to date. Dia adalah sosok pemberdaya yang sangat pantas dijadikan panutan bagi keluarga, sosoknya yang selalu berusaha memberi nafkah pada istri dengan “Sunnah Rasul“ pada malam jum’at ( kecuali kalau istrinya lagi M hehe.. ). Aktif berorganisasi, tapi ga aktif dalam setiap kegiatan ( nitip jeneng, ning aktif pas ono jenang hehe.. ). Hobynya nglinting, walaupun sudah punya rokok 234 tapi belum mantap atau masih ada yang kurang kalau belum nglinting menyan.. ( orang yang aneh… ). Gaya bicaranya sangat meyakinkan, bisa jadi politikus, pengamat ekonomi, ustadz, dll. Kata – kata yang paling familiar adalah : penting ganti cover-e…

Sekretaris di pegang oleh Dwi Warsono, sosok pendiam yang diballik diamnya dan tingkahnya mengandung yang sewaktu – waktu bisa melahirkan kelucuan. Tak banyak kata untuk bisa menggambarkan sosok beliau, tapi yang pasti beliau adalah ekonom ulung, bisa lihat sendiri dari penampilan dan gayanya. Beliau paling pusing kalau ditanya tentang posisi : posisi dimana ?…. Paling rajin buat diary, dimanapun berada tak lupa diabadikan dalam catatan harian. Rajin bekerja, tidak malu bertanya karena takut tersesat dijalan. Yang patut diteladani adalah beliau seorang kepala rumah tangga yang bertanggung jawab : kalau tidak di kerjakan nanti tidak gajian, mau makan apa anak saya nanti…

Bendahara di percayakan pada Imam Mujani, karena kepiawaiannya dalam mengolah uang maka layak kalau jabatan ini dipercayakan padanya. Dia adalah bisnis man, pinter memanfaatkan situasi, cerdas dan orator ulung. Dia mewarisi gaya tokoh dalam pewayangan, wrekudara, karena tangannya yang tak bisa diam dan pasti suka nunjuk – nunjuk tiap kali bicara yang berapi – api. Dia sangat kritis, apalagi dalam menyikapi tiap kondisi, hoby free talk – an.

Yang berikutnya adalah seksi humas merangkap seksi sibuk, dan jabatan yang ruwet ini di percayakan pada Gunawan. Dia adalah petualang sejati, Kabupaten Tegal sudah dijelajahi, mulai dari ujung ke ujung : kramat, balapulang, bojong, bumijawa. Jangankan Cuma Tegal, daerah yang paling terkenal dengan daun ganja dan GAM dan juga tersohor dengan serambi mekkah pun pernah di jelajahi ( opo ora hebat? ). Jangan main – main, dia adalah seorang seksi yang serba bisa. Dalam ekspedisi di waduk Malahayu ini dia bertindak sebagai nahkoda kapal, yang berperan penting dalam mencari arah dan melihat ancaman bajak laut yang sewaktu – waktu menghadang.

Yang terakhir adalah jabatan yang sebenarnya tak terlalu penting dan kalaupun tidak ada jabatan ini semua sudah bisa berjalan, yaitu seksi pelengkap. Karena rasa kasihan terhadap Sukadi yang jauh – jauh dari Klaten, maka jabatan ini dengan berat hati dipercayakan padanya. Sosoknya yang pendiam, baik hati dan tidak sombong membuat dia merasa pantas mengemban amanat ini, apalagi dia suka menabung dan tidak boros. Jadi sewaktu – waktu ada sweeping dari mahluk halus dialah yang pertama kali dikorbankan. Hobynya nulis, baik di dinding, di pagar, di pintu – pintu toko, jadi dia adalah penulis semrawut yang cita – citanya tidak tercapai. Dia bercita – cita menjadi penulis terkenal, tapi cuma orang tuanya saja yang mengenalnya hahaha… Seksi pelengkap diadakan karena diperuntukkan orang – orang tersisihkan yang teramat kasihan kalau dibiarkan sendiri, apalagi sudah pingin nikah, sangat berbahaya… ingat pesan bang napi ya.. namanya juga seksi pelengkap, jadi ya cuma bikin ribet dan hampir tidak ada fungsinya hahaha…

Ekspedisi alam gaib dimulai pukul 13.30 waktu indonesia bagian Kalisapu, berangkat dengan semangat membara menaklukkan setiap rintangan yang menghadang. Dengan 3 kendaraan roda dua berbahan bakar bensin campur ( campur surung yen nganti bensin entek.. ) 6 orang aneh ini melaju dengan kecepatan diatas rata – rata kecepatan andong. Tak disangka, ternyata waduk yang katanya dekat itu ternyata sangat jauh hingga meruntuhkan moral sebagian tim ekspedisi : isih adoh ?, ngerti kaya ngene adohe mau ora melu wae…turu neng kontrakan penak !!

Akhirnya…. Muka – muka muram karena kesel lan anyel karena jarak yang begitu jauh ini berubah sumringah karena lokasi yang dituju sudah didepan mata. Waduk Malahayu.. Tanpa banyak kata, karena sudah mendung dan saking jauhnya perjalanan, sambil menyantap gorengan yang di beli diperjalanan, mulailah tim yang sangat aneh dan tidak kompak ini beraksi. Tukang perahu yang berada agak jauh dipanggil, patang puluh ewu wong enem gelem ora pak?… saking lihainya menawar seperti bakul pasar, akhirnya dengan berat hati pak tukang perahu meng-iyakan,dari pada kena dampak buruk dari wajah – wajah muram kami hehe… tawar menawar harga pas tancap gas…

Berangkatlah perahu yang ditumpangi tim ekspedisi ini, pengendali jalannya perahu dipegang oleh Gunawan yang sudah lihai seperti nahkoda… ditengah waduk tak henti – hentinya para personel ekspedisi mengoceh, dan berteriak – teriak seperti kerasukan roh halus, ibarat radio rusak yang siap di hancurkan oleh pemiliknya… hehe Ada yang demo seperti mahasiswa, ada yang berkomentar seperti pengamat politik, ada ekonom bingung, ada yang jadi pakar seksologi, ada yang seperti ustadz ga ada job, pokoknya dengan kemampuan dan indera ke enam setiap anggota tim ekspedisi suasana apapun mampir di perahu ini..

Pimen kiye, wis sore ayo balik… dengan cekatan nahkoda kapal mengarahkan perahu kedermaga, tanpa diduga gerimis menyerang, tim ekspedisi kebingungan…lengkap sudah penderitaan… Setelah urunan buat sewa perahu, semua personel tim lari karena hujan turun dengan santainya…sampai diparkiran, motor dikebut dengan hebatnya, hal ini menandai berakhirnya petualangan tim ekspedisi ini… walau dijalan kehujanan, perjalanan jauh tak membuat semangat berkurang, dengan nekatnya berani beli gule kambing buat makan di base camp.. Dan dengan berat hati, akhirnya cerita tim ekspedisi alam gaib ini berakhir, entah kapan akan bersambung lagi…

kenangan, Selasa 27 mei 2008, waduk malahayu, brebes

~ini adalah kenangan bareng sama teman-teman kerja dulu, setelah kemarin saya posting tentang kenangan di waduk cacaban, sekarang saya posting kenangan di waduk malahayu😀. terimakasih ~

Komentar»

1. ●●●ЄЯШЇЙ●●● - 5 Agustus 2010

😆
lha iku mau sakjane arep nyandi to mas..?

Brotoadmojo - 7 Agustus 2010

arep dolan waduk malahayu kok😦

2. Adi - 6 Agustus 2010

iyo e ape nandi?

Brotoadmojo - 7 Agustus 2010

mlaku-mlaku, eh, montor-montoran mas..😀

3. dreesc - 6 Agustus 2010

wow wow.. mistis…. hehehehe

Brotoadmojo - 7 Agustus 2010

mau tak kasih tahu sama TV, biar jadi tim pencari hantu saja😀

4. Mendayung Perahu | Brotoadmojo's Blog - 19 Oktober 2010

[…] seorang ibu sedang mendayung perahunya. Foto ini saya ambil pada 27 mei 2008 di Waduk Malahayu Kabupaten Brebes dengan SE K750i. Saya sedang naik perahu bersama teman-teman mengelilingi waduk […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: