jump to navigation

Pesona Waduk Cacaban 28 Juli 2010

Posted by Brotoadmojo in Kenangan.
Tags: , ,
trackback

Aku, Pak Sukhedi, dan Imam menyempatkan diri untuk refreshing ke waduk cacaban. Bertiga kita menjelang nuansa baru dalam hiruk pikuk pikiran yang dipenuhi dengan beban yang menggunung. Kita naik perahu mengarungi waduk cacaban, modal Rp 5000 per-orang kita sudah bisa nikmati puter – puter waduk dengan perahu. Laka maning kesempatan kaya kiye…

Sambil tengok kiri kanan menikmati suasana dan bau lintingan menyan khas Sukhedi, terasa sekali ke-ndesoan kita. Apalagi dengan gaya khas Imam yang jempolan saat berargumen, seperti pengamat ekonomi saja saat mengkritisi kenaikan BBM. Bermodal HP yang modelnya sudah kadaluwarsa mengabadikan momen yang belum tentu siklusnya ini. Opo maning setahun pisan, sa’umur – umur mungkin yo gur kiye…

Selesai puter – puter kita nongkrong di bukit sambil medang, kaya turis asing yang kesasar gaya kita. Oceh sana – sini, mengomentari bakule wedang, mengomentari anak – anak yang berjualan dengan trik mengikuti terus orang pacaran dan tak akan pergi sebelum di beli dagangannya. Malah kita buka kursus gratis buat anak – anak itu agar dagangannya cepet laku : le, ben dituku carane sing ditawani sing wadon, ojo meneng bae tapi di thukne sing wadon… gayane sudah kaya Tung Desem Waringin..

Tak lupa, Sukhedi yang jebolan IAIN yang konon sudah terkenal sebagai ustadz di kampungnya dan berpangkat S. Ag mengeluarkan ilmunya. Sambil nyedot lintingan menyan dan dari pada ga ada job dia menceramahi anake bakule wedang yang juga berjualan : Ben payu kuwi ojo lali berdoa disit, kowe kelas piro? Sholat ora ? ojo lali yen meh mangkat kuwi moco Bismillah… rupanya gaya ceramahnya ga mau kalah dengan KH. Zainuddin MZ yang da’i sejuta umat…

Waktu sudah siang, mungkin sudah jenuh bakule wedang melihat turis ndeso seperti kita. Kita pulang, dengan membawa sesuatu kenangan yang belum tentu indah, mungkin saja sri, wati, icha atau cewek cantik mana yang akan menjadi kenangan. Dasar jiwa pemberdaya yang kumatan, mau pulang saja Pak Sukhedi masih ninggal pesen sama anake bakul wedang : ojo lali dieling – eling pesenku, sholat, do’a disit sakdurunge mangkat, suk yen aku mrene karo anak bojoku tak goleti maning kowe. Yen nganti ga payu tak borong kabeh daganganmu…

Imam juga ikut – ikut nambahi : iyo ojo lali sholat…

Pimen kiye, entah kapan semua kesempatan ini akan berulang…. Yang pasti kita sudah mendapatkan sesuatu  yang berbeda disini :

–          Politikus sok ngurusi politik Indonesia yang ga tau pangkal ujugnya.

–          Dukun yang menyebar mantra dengan khas bau kemenyan dari lintingan rokok.

–          Pengamat ekonomi yang sok tahu tentang keterpurukan ekonomi dan mengkritisi kenaikan BBM.

–          Motivator yang memberi  solusi, semangat dan inspirasi bagi anak – anak pedagang asongan yang punya trik asik dengan membututi sepasang kekasih yang asik pacaran.

–          Ustadz yang memberi  ceramah, dan pinter ngomongi orang lain namun tak bisa ngomongi diri sendiri.

–          Mahasiswa yang demo tanpa pengikut dan tanpa pengamanan khusus dari aparat karena bengak – bengok ora karuan nggenahe neng tengah waduk.

–          Pemberdaya kumatan yang tak berdaya menghadapi kenyataan hidup.

–          Dan banyak hal lagi yang mampu kita lakukan, tak hanya jadi diri sendiri yang terlalu sulit untuk kita lakukan, tetapi menjadi orang lain yang lebih mudah kita komentari.

Entahlah, kapan semua kan berulang, tapi kita bersyukur karena esok masih ada…

Minggu, 25 mei 2008 Waduk Cacaban Kab. Tegal

~saya temukan tulisan ini di file lapt saya, sengaja saya posting disini sebagai pengingat dan cerita nostalgia bersama teman-teman yang sekarang sudah berpisah karena tidak lagi satu kerjaan. siapa tahu mereka baca😀😀. terimakasih~

Komentar»

1. ●●●ЄЯШЇЙ●●● - 28 Juli 2010

momen yg indah:mrgreen:

Brotoadmojo - 28 Juli 2010

😀 mumpung ketemu file-nya, sekalian buat meningat2 perjalanan🙂
terimakasih

2. z4nx - 28 Juli 2010

Pas nih, abis liat2 album kenangan bersama sobat2 yang udah gak ketahuan kabarnya..

Brotoadmojo - 28 Juli 2010

😀 mengingat kembali jejak yg tertinggal🙂

3. kanvasmaya - 28 Juli 2010

mau pulang meninggalkan pesan yang bagus itu..

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

iya mas, katanya harus berpesan dengan kebaikan🙂

4. KOMENTAR PUBLIK - 29 Juli 2010

jadi pengenn ke sana…
kasih alamat lengkapnya dong mas…

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

di desa dermasuci, kec. pangkah, kab. tegal😀

5. septarius - 29 Juli 2010

..
Wah karakter temannya unik2 ya..😀
Pesan-pesan moralnya oke juga..
Nice story Sob..😉
..

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

iya mas, pada unik dan aneh😀 terimakasih

6. dreesc - 29 Juli 2010

cantik juga waduk nya….

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

sama kaya yg comment ya?😀

7. Vulkanis - 29 Juli 2010

thanks ceritanya

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

sama-sama🙂

8. fitrimelinda - 29 Juli 2010

berkunjung…

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

terimakasih🙂

9. bintang - 29 Juli 2010

malesi,
akooh gag di jak😦

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

kan kemarin bintang baru sedih? (tapi sekarang sudah seneng lagi kan?😀 )

10. rangtalu - 29 Juli 2010

waduh..
saya fobia dengan waduk

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

kok bisa mas? pernah kecemplung po?😀😀

11. wiangga0409 - 30 Juli 2010

sebelah mana ya… dekat pantai rekreasi gak ya,

danaunya bagus.. tapi kayaknya panas ya.

:))

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

jauh dari pantai mbak, biasanya ramainya pas hari libur.. disana juga lumayan panas🙂

12. bundadontworry - 30 Juli 2010

wah, teman2nya Mas Broto ini pesan2nya bagus ya Mas, memang benar sebelum bekerja, hendaknya baca bismillah dulu, juga jgn lupa bersyukur dgn mengerjakan sholat🙂
kenangan bersama teman lama ya Mas?
salam

Brotoadmojo - 30 Juli 2010

iya Bunda, teman kerja dulu….

13. Jejak Petualang ( Waduk Malahayu ) « Brotoadmojo's Blog - 1 September 2010

[…] adalah kenangan bareng sama teman-teman kerja dulu, setelah kemarin saya posting tentang kenangan di waduk cacaban, sekarang saya posting kenangan di waduk malahayu . terimakasih […]

14. super kateng - 24 Agustus 2011

gaya obrolanya asik banget,mengenang akan akrabnya sahabat di suatu tempat yang memang menjadi nikmat.tau ga sob waduk cacaban ntu,dulunya kampungku sebelum dijadikan waduk,namanya sidomulyo.sekarang tetangganya desa blabat sama mulyoharjo.sekarang sudah pindah ke tegal wilayah barat.,.thanks atas postingnya.membuat aku merasakan kangen pengin ngunjungin keana lagi!!

15. super kateng - 24 Agustus 2011

gaya obrolanya asik banget,mengenang akan akrabnya sahabat di suatu tempat yang memang menjadi nikmat.tau ga sob waduk cacaban ntu,dulunya kampungku sebelum dijadikan waduk,namanya sidomulyo.sekarang tetangganya desa blabat sama mulyoharjo.sekarang sudah pindah ke tegal wilayah barat.,.thanks atas postingnya.membuat aku merasakan kangen pengin ngunjungin kesana lagi!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: