jump to navigation

Andai Saja Tidak Ada LPG 26 Juli 2010

Posted by Brotoadmojo in Ngudarasa.
Tags:
trackback

Setelah jalan-jalan kesana kemari, saya baca-baca tentang kontroversi LPG yang sampai sekarang masih marak diperdebatkan. Lalu kepikiran oleh saya untuk berandai-andai seandainya dulu tidak ada ‘LPG gratis’ dari pemerintah sebagai ganti/konversi minyak tanah. Mungkin berita tentang ledakan disana-sini tidak seheboh sekarang ini, tentu tidak ada teror yang sangat menakutkan dari benda yang namanya tabung gas LPG.

Mungkin hanya sebuah kebetulan saja, tapi saya sendiri juga merasa was-was dengan kondisi tabung LPG yang dirumah. Haruskah Densus 88 mengatasi LPG, begitu judul posting Mas Arifudin yang saya baca, sebuah pertanyaan yang menggelitik memang. Menurut Anda perlukah?🙂 . Ada juga tulisan di kompasiana yang menghubungkan ledakan gas LPG dengan ke-zaliman pemerintah.

Tapi dibalik semua opini dan semua kontroversi, tidak ada salahnya kita lebih berhati-hati dengan semua ‘keterlanjuran’ ini, agar tidak terjadi lebih banyak korban, tentunya harus memperhatikan cara aman dalam pemakaian elpiji. Benar salah tentang kebijakan pemerintah ini silahkan Anda sendiri yang menilainya. Andai saja tidak ada LPG mungkin sebagian masyarakat tak pernah ngerti tentang bentuknya kompor gas😀 (dalam perlakuan yang tidak sama tentunya).

~Teringat dulu waktu kecil biar hangat nongkrong di depan tungku setelah bangun pagi. Tak terbayang bakal nongkrong kompor gas di dapur yang berjelaga itu🙂 ~

Komentar»

1. KOMENTAR PUBLIK - 27 Juli 2010

saya pikir itu cuma masalah teknis mas. kita patut apreasiasi niat baik pemerintah. tapi pemerintah juga mesti jangan setengah2 gini dong kerjanya, manajemen kualitasnya diperbagus lagi lah…
teruss kita masyarakat pengguna mesti hati2 pulaa dong. nanti meledak gara2 salah sendiri, eh koar2 pemerintah yang salah…

salam dari palembang

http://blog.beswandjarum.com/denus
http://komentarpublik.wordpress.com

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

perlu densus 88 ga ya mas?🙂
masalahnya kondisinya sekarang sudah seperti teror yang mengancam. apapun itu tindak lanjut pemerintah dalam kasus ini, yang melekat dalam benak masyarakat kebanyakan adalah ledakan tabung gas… jadi sudah seperti doktrin🙂 terimakasih

2. wiangga0409 - 27 Juli 2010

saya setuju, masalahnya ada di teknis manajemen pasca kebijakan. seharusnya setelah peluncuran dan pelaksanaan tidak lansgung silepas begitu saja. perlu sosialisasi yang kontinu tentang ini. minimal selama 15 tahun. proses konversi tidak hanya berrarti penggantian semata.

btw, saya senyum sendiri membayangkan nongkrong di depan LPG .. enggak bangetlah ngerii🙂

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

kalau saya pinjam istilah kerennya ‘reformasi dini’ terhadap minyak tanah…🙂
kalau dipikir berapa juta tabung gas yang dulu disebar ‘gratis’, sedangkan masyarakat (khususnya yg miskin) belum terbiasa menggunakannya.

3. Anex curut - 27 Juli 2010

ngerrii gan,kalo dengerin berita Tentang LPG.hehhe

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

ini dia salah satu ‘korban’ LPG, dengar beritanya saja sudah ngeri😀

4. septarius - 27 Juli 2010

..
Sejak ada lpg jadi kangen liat berita antri minyak tanah..😀
..

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

sejak ada LPG jadi kasihan sama penjual minyak keliling…😦

5. rangtalu - 27 Juli 2010

kalau tabung gas itu di kirim ke barak tentara israel mungkin lebih baik.. biar meledak di sana saja

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

😀 ide bagus🙂 semoga yang berkepentingan tahu ide cemerlang ini mas…

6. kanvasmaya - 27 Juli 2010

Teringat dulu waktu kecil biar hangat nongkrong di depan tungku setelah bangun pagi. Tak terbayang bakal nongkrong kompor gas di dapur yang berjelaga itu

wkwkwkwkkk.. suka kata2 ini nih..

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

iyo’e mas, dulu waktu kecil sebelum mandi biasanya nunggu Ibu masak didapur… maklum wong ndeso…😀😀

7. krupukcair - 27 Juli 2010

sepakat dengan rangtalu…👿

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

oke, ditampung ide nya😀

8. ●●●ЄЯШЇЙ●●● - 27 Juli 2010

dgn kejadian tersebut, yg penting kita hati2… pakai kayu bakar sebenarnya jg bisa sich, tp di daerahku sulit carinya, dan mahal pula…

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

apapun itu bahan bakarnya yang penting berhati-hati… selain pertimbangan biaya juga🙂 terimakasih

9. mimpipribumi - 27 Juli 2010

di dekat tempat tinggalku ada dua pabrik semen……
tanurnya gede banget!! boleh gak ya numpang ngliwet di tanurnya???

salam kenal mas Broto

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

monggo, kalau ngliwet disana malah nggak usah banyak biaya to?😀

10. اسوب سوبرييادي - 27 Juli 2010

duh, janganlah buat macam densus 88 lagi, lawong densus 88 yang sekarang saja kerjanya tidak benar, banyak melanggar ham-nya. justru saya berharap bubarkan densus 88!

(maaf indak nyambung)
:mrgreen:

anyways, semoga tidak akan ada jatuh korban lagi, dan pemeriintah terbuka untuk segera bertindak….

Brotoadmojo - 27 Juli 2010

amin… terlalu banyak tim yang dibentuk bisa berakibat menimbulkan banyak kemubadziran😀
terimkasih

11. Maskur® - 28 Juli 2010

PEmerintah bisa memaksa tapi tidak menanggung

Brotoadmojo - 28 Juli 2010

bener juga ya mas….😦

12. dreesc - 28 Juli 2010

kalo dree seh ga biasa pake bahan bakar yg laen buat masak…. dari kecil tau nya cuman pake lpg… :sweatdrop:

Brotoadmojo - 28 Juli 2010

apapun bahan bakarnya minumnya teh botol sisri.. *saya kok malah kaya iklan😀
terimakasih mbak, dulu kecil saya di desa pakai kayu bakar, sekarang sudah ikut latah pakai gas LPG juga😀

13. kiminuklir - 28 Juli 2010

jadi inget waktu kecil, suka mejeng di depan tungku di rumah nenek…😀

Brotoadmojo - 28 Juli 2010

sama, saya sambil nunggu ibu masak😀😀

14. aisharainbow - 28 Juli 2010

hmmmm,sbnrnya subsidi LPG adlh kebijakan yg bgs(kl mnurut sy)krn dg adanya kbijakan tsb pemerintah dpt meminimalisir penggunaan gas bumi yg smkin langka dan mahal. tp mslhnya byk masyarakt yg awam akn pngetahuan ttg tata cara pnggunaan LPG yg baik&bnr (tmsuk sy😀 ),dan jg adanya oknum ‘nakal’ yg mengoplos LPG scr ilegal.InsyAllah dg sosialisasi LPG yg bnr diharapkan Indonesia akn lbh maju kedepan***MERDEKA***
ini adalh knjungan balik sy^^

Brotoadmojo - 28 Juli 2010

MERDEKA…!!! terimakasih kunjungan baliknya, apapun keputusan pemerintah kita hanya bisa nurut..🙂

15. bundadontworry - 30 Juli 2010

lagi kebijakan pemerintah dipertanyakan, kebijakan yg selalu tak pernah bijak utk masyarakat negeri ini.

selalu masyarakat kelas bawah yg jadi korban.
seharusnya sebelum terjadi ledakan, sosialissi digalakkan, agar masyarakat paham.

sekarang kenapa pengoplos itu tdk diberesi dulu, baru berlakukan lagi LPG yg benar2 aman utk rakyat?

masalah memang selalu datang, namun, marilah kita ikut mendukung itikad baik pemerintah utk memperbaiki kinerjanya dlm masalah elpiji ini.
salam

Brotoadmojo - 31 Juli 2010

kalau saya cuma nurut saja Bunda, apapun kebijakannya kita tidak bisa menolak..🙂
terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: