jump to navigation

Duwe Bojo Kuwi Gampang, Ning Ora Gampang Duwe Bojo 5 Juli 2010

Posted by Brotoadmojo in Ngudarasa.
Tags: , , ,
trackback

Entah, kenapa tiba-tiba saya mendapatkan kata-kata yang tak sempat terpikirkan olehku sebelumnya, ‘Duwe Bojo Kuwi Gampang, Ning Ora Gampang Duwe Bojo’ (translate: ‘Punya Pasangan Itu Mudah, Tapi Tidak Mudah Punya Pasangan’). Kata-kata itu datang saat saya sedang menulis ucapan buat teman kuliah (tepatnya adik tingkat yang dulu saya taksir๐Ÿ˜€ ) yang kemarin melangsungkan pernikahan. Saya tidak tahu awalnya, apa sebenarnya makna dari kata-kata tersebut, tapi setelah saya telaah lebih dalam ternyata ada benarnya juga.

Untuk punya pasangan (suami/istri) terkadang begitu mudah, mulai dari kenalan, penjajakan, kemudian proses menuju pelaminan. Semua berkata ‘sudah ketemu jodohnya…’, sebenarnya (menurut saya), sebuah pernikahan adalah sebuah awal dimana kita benar-benar di uji untuk membuktikan bahwa pasangan yang kita pilih adalah benar-benar jodoh kita. Begitu banyak kasus peceraian yang terjadi, semua beragam alasannya, sebagian mengatakan ‘mungkin bukan jodoh saya..’, begitu mudah membalikkan sebuah pernyataan bukan?. Saat menikah mengatakan jodoh, setelah becerai mengatakan bukan jodoh…

Saya tidak ingin membahas lebih jauh tentang hal itu, saya cuma ingin mencerna lebih dalam ucapan yang saya berikan pada teman saya tersebut, manusia punya sudut pandang yang berbeda-beda, jodoh atau tidak jodoh semua kembali pada diri masing-masing, karena manusia tidak ada yang sempurna maka cukuplah kematian yang menjadi bukti perjodohan seseorang.

~Saya juga masih dalam tahap awal proses pembuktian konteks jodoh. Buat Noerchayati KA, selamat menempuh hidup baru. Nuwun~

Komentar»

1. karzanik - 5 Juli 2010

bener sob jodoh memang ada yang ngatur..tapi kita jangan lupa utk ikhtiar….

Brotoadmojo - 5 Juli 2010

setuju mas, manusia hanya bisa berusaha, DIA yang kuasa menentukan…

2. melly - 5 Juli 2010

setuju dengan 2 komen diatas๐Ÿ™‚

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

ngikut mbak Melly ah… setuju juga๐Ÿ˜€ terimakasih kunjungannya mbak….

3. setyantocahyo - 5 Juli 2010

jodoh…rejeki ..maut…sungguh sesuatu diluar kemampuan nalar manusia..tapi bnar2 hak Allah.

salam.

Brotoadmojo - 5 Juli 2010

iya mas, saya sangat sependapat denga Anda. bukan berarti kita mengabaikan hakekat jodoh hanya karena kekurangan pasangan…karena manusia tidak ada yg sempurna… Maturnuwun Mas..

4. bintang - 5 Juli 2010

tapi benar kan mas,
ketika menikah, kita merasa dia jodoh kita,
tapi ketika bercerai,
berarti memang tidak jodoh kan ???

Brotoadmojo - 5 Juli 2010

tergantung dari sudut pandang masing-masing orang, biasanya orang bercerai karena alasan perbedaan, padahal manusia tidak ada yang sempurna, jelas perbedaan itu pasti ada. Bagaimana orang tua dulu berumahtangga tanpa cinta, mereka dijodohkan, tapi nyatanya bertahan sampai ajal menjemput (meski tdk semua).
Pernikahan adalah menyatukan 2 jiwa, dan tidak ada jiwa yang sama, jadi intinya bagaimana daya kreativitas pasangan untuk menyatukan perbedaan tsb, dan perceraian saya pikir bukan jalan yg bijak๐Ÿ˜€ (maaf kalau kata2 saya salah)

5. kawanlama95 - 5 Juli 2010

Masih menunggu jodoh….hmmm bila dikejar lari bila berhenti nyamperin jadi. nunggu aja dah

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

tapi jangan terlalu lama nunggu Kawan, siapa tahu yang ditunggu ternyata juga nunggu, jadinya nanti tunggu2an…๐Ÿ˜€ . terimakasih sudah berkunjung Kawan…

6. fitr4y - 5 Juli 2010

setuju, pernikahan menyatukan dua watak yg berbeda… salam kenal..

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

salam kenal juga…. terimakasih sudah sudi mampir kesini…

7. Fauza - 6 Juli 2010

Kalo aq c yakin ama ‘JO-HAN’ jodoh it ada dtangan tuhan. . . Tp . . .perlulah usaha qt untuk melakukan pencarian. . Hehehe. . .

eh. . .
numpang promo nie. .
buat Sahabat Blogger.
Mohon kunjungan balik n koment buat blog saya, yg lagi ngikutin lomba blog POMOSDA, di artikel ‘ketua, wakil, sekertaris. . Itu hanya status’, saya mohon dgan sangat, saya ucapkan trimakash yang sudah mw membantu.

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

Yup, jodoh ada di tangan Tuhan, tapi manusia harus tetap berusaha bukan๐Ÿ˜€
Oke, nanti saya mampir balik Sobat, terimakasih sudah mampir kesini…

8. shendopratama - 6 Juli 2010

benar sekali kata Anda, jodoh di tangan Tuhan,,
tapi setidaknya kita berusaha, hehe,,,
kunjungi blogq jg y, maturnuwun

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

Ya, manusia berusaha, biarkan DIA yang menentukan… Terimakasih sudah mampir, sayangnya Anda tidak meninggalkan jejak sehingga mau berkunjung balik kesulitan๐Ÿ˜€

9. edratna - 6 Juli 2010

Pernikahan memang harus dirawat, kedua belah pihak harus mengupayakan agar semuanya bisa sejalan. Sifat berbeda dan hobi berbeda bisa dikompromikan…oleh karena itu setiap rumah tangga adalah unik, kita tak bisa menyamakan pernikahan bahagia itu seperti apa, karena terbentuk dari interaksi karakter kedua pihak, dan kemudian mengembangkannya sampai pada taraf yang dirasa sesuai oleh kedua pihak.

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

benar mbak, saya sependapat dengan Jenengan, betapa tidak adilnya kita saat kita berharap mendapatkan yang sempurna padahal manusia tidak ada yang sempurna, yang ada hanya satu lebih baik dari yang lain… terimakasih mbak…

10. bundadontworry - 6 Juli 2010

jodoh atau cocok ,itu berbeda.
jodoh ,allah swt yg menentukan, namun kecocokan kitalah yg merekayasanya.
dlm perkawinan, sesungguhnya kita terus menerus belajar,dr waktu ke waktu setiap hari, agar kecocokan dapat dipadukan dgn pasangan kita masing2.
krn perkawinan perlu dipelihara, dijaga dan dipupuk, agar tdk timbul kata2 ,” sudah tdk cocok lagi” sebagi alasan utk bercerai .
salam

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

mantap Bunda….๐Ÿ˜€ terimakasih untuk petuh-petuahnya, saya memang harus banyak belajar pada Bunda. Sekali lagi Terimakasih..

11. julianusginting - 6 Juli 2010

kata-katanya kebalik gt ya sob..punya pasangan itu mudah tp tak mudah punya pasangan….mmhhh

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

maksudnya untuk menuju ke jenjang pernikahan mungkin tidak terlalu sulit, tantangan yang sebenarnya adalah setelah berumah tangga, karena menyatukan dua hati yang berbeda itu sulit mas..๐Ÿ˜€

12. ok - 6 Juli 2010

memang banyak yg memberi alasan ‘bukan jodoh’ ketika menghadapi perceraian/putus cinta tapi sebenernya panjang pendeknya hubungan itu tergantung dari pasangannya itu sendiri, itu kata saya lho…hehehehe..

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

semua berpulang pada pribadi masing2 mbak, dalam memaknai sebuah hubungan tdak ada yg satu pemikiran…dan semua sah2 saja (menurut saya).๐Ÿ˜€ terimakasih sudah mampir kesini mbak..

13. Manazati - 6 Juli 2010

heheeee…betul Bang…
Yang Jelas,
“””Dadi nganten iku seneng…tapi ojo seneng dadi nganten””””” ;p

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

setuja mas… (manut sing bar mantenan๐Ÿ˜€ )

14. Sahabat Yogya - 6 Juli 2010

Nyohaaa…tapi ojo lali, kabeh ono titi wancine hikikikik semua ada saatnya…

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

nggih mbak… kulo nderek kemawon…๐Ÿ˜€

15. Siti Fatimah Ahmad - 6 Juli 2010

Assalaamu’alaikum

Kata-kata itu penuh siratan yang bermakna dalam. Saya juga pada mulanya kurang menanggapi maknanya. namun setlah membaca keseluruhan tulisan mas, saya semakin faham.

Banyak dalam kehidupan ini kelihatannya mudah saat kejayaan hadir. tetapi tika meraih kejayaan itu perlu melalui pelbagai ranjau dan duri yang menyesakkan hati. itulah imbalan dan gajaran yang kita perolehi setelah bersusah payah melakukannya.

Salam mesra dari saya di Sarawa, Malaysia.

Brotoadmojo - 6 Juli 2010

Walaikumsalam Wr Wb
Terimakasih Ibu, semua yang datang dari Allah SWT pasti akan kembali kepada-Nya. Setiap hubungan adalah amanah, jadi sebisa mungkin kita harus bisa menjaga amanah tersebut… Salam

16. septarius - 7 Juli 2010

..
Menurutku keduanya sama-sama gak gampang..
Lha sampek sekarang aja, aku masih membujang..๐Ÿ˜€ ..
Salam saya Mas Bro..

Brotoadmojo - 7 Juli 2010

๐Ÿ˜€ kalau itu lain mas, mau dapat pasangan kan sulit, nanti lebih sulit lagi kalau sudah nikah….๐Ÿ˜€ terimakasih

17. deady - 7 Juli 2010

walaahh
semoga saya cepet dapat istri…..yang manaaa itu emang jodoh saya. Hehehe

Brotoadmojo - 8 Juli 2010

amin…๐Ÿ˜€

18. BlogCamp - 9 Juli 2010

Jodoh sudah disiapkan oleh Allah, tinggal kita memohon agar diberikan jodoh terbaik menurut kacamata Allah.
saya malah sudah 34 tahun menikah dengn segala suka dan dukanya, anak 2 dan cucu dah 3. Adem ayem sampai sekarang.
salam hangat dari BlogCamp

Brotoadmojo - 9 Juli 2010

intinya bersyukur dengan ‘jodoh’ kita, benarkan Pakdhe?๐Ÿ˜€ saya nikah baru 1 tahun 7 bulan pakdhe, anak juga baru 1 umur 7 bulan, harus banyak belajar pada yang sudah banyak makan asam garam dalam berumah tangga seperti Jenengan…. Maturnuwun Pakdhe untuk petuahnya…

19. edratna - 10 Juli 2010

Kalimat yang sungguh tepat……

Brotoadmojo - 10 Juli 2010

terimakasih..๐Ÿ™‚

20. hitamputih - 10 Juli 2010

Berarti “jodoh” tergantung dari nilai “waktu”

Brotoadmojo - 10 Juli 2010

menurut saya, YA.๐Ÿ™‚

21. Asop - 11 Juli 2010

๐Ÿ˜ฅ
Semoga saya bisa mendapatkan pasangan hidup yang terbaik (untuk saya). Amin!๐Ÿ™‚

Brotoadmojo - 11 Juli 2010

Amin….3x

22. ahsanfile - 14 Juli 2010

Wah aku harus baca 2 kali baru mudeng judulnya…
ha ha hay bener juga pak, pengalamanku juga mengatakan begitu…

Brotoadmojo - 14 Juli 2010

terimakasih….๐Ÿ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: